Employee VS Entrepreneur
Menentukan sebuah pilihan adalah sesuatu yang sulit. Kadang pilihan datang tidak sesuai dengan keinginan, pada akhirnya pilihan harus ditentukan karena sebuah keterpaksaan. Tetapi saya yakin, hal yang demikian tidak akan pernah bertahan lama. Karena sesuatu hal yang berawal dari keterpaksaan, cepat atau lambat pasti akan berakhir. Karena siapapun didunia ini, tidak akan pernah sanggup menahan gejolak dalam diri setiap insan siapapun itu.
![]() |
Dengan pendidikan S1 yang dimiliki, semua bisa mendapatkan peluang kerja yang mapan. Penghasilan yang secara rata-rata cukup.Apalagi kalau diterima di perusahaan yang bonafie, karirnya akan mulus menanjak keatas tanpa perjuangan yang berat. Mengapa saya berani mengatakan "demikian" ! Yaa, karena yang membandingkannya dengan seorang entrepreneur, seperti Bob Sadinoe. Ketika setapak demi setapak membangun karirnya, bermula dari berjualan menjadi pedagang kaki lima. Berpenghasilan pas-pasan, ekonomi keluarga yang minim. Saya kira pantas mengatakan demikian. Maaf sebelumnya, dengan segala hormat saya tidak bermaksud menyudutkan siapapun.
Lantas apa hebatnya menjadi seorang Entrepreneur ? Bukan masalah seberapa hebat seorang entrepreneur, tetapi karir bisnis yang dirintis sangatlah memerlukan perjuangan extraordinary (luar biasa). Naik turun bisnis adalah yang hal yang lumrah (biasa), tetapi naik turun ekonomi keluarga adalah hal yang paling sulit dihadapi. Seorang entrepreneur adalah seseorang yang mampu menciptakan uang untuk dirinya sendiri, tanpa menggantungkan diri kepada orang lain. Bahkan mampu menciptakan uang-uang lain untuk orang lain. Maksud saya disini adalah memberikan lapangan pekerjaan kepada orang lain. Mampu menjalankan sistem yang diciptakannya sendiri, sehingga dapat menghasilkan uang. Seorang entrepreneur layak dikatakan menjadi BOS untuk dirinya sendiri. Karena hanya dirinya sendiri lah yang mengatur segala sesuatu berkaitan dengan bisnisnya.
Menjadi seorang employee ataupun entrepreneur adalah sebuah pilihan. Karena pada dasarnya semua berkaitan dengan uang dan jaminan masa depan. Employee, cenderung selalu dalam keadaan safety (aman) dalam hal keuangan dan jaminan. Sedangkan entrepreneur, incomenya selalu berfluktuasi dimasa-masa awal usahanya. Sekalipun demikian, dengan optmisme yang tinggi dimasa mendatang seorang entrepreneur pun akan mendapatkan safety income (kemanan finansial) lebih besar dan lebih pasti. Penasaran .?? Silakan dibuktikan !!
Lain lagi menurut Robert T Kiyosaki, penulis buku super laris Casflow Quadrant. Menggolongkan sumber finansial dari 4 quadrant :
- Employee
- Self Employee
- Bussiness Owner
- Investor


Tidak ada komentar:
Posting Komentar